Magnetoresistive Random Access Memori – Tak bisa dipungkiri, sebuah komputer takkan berfungsi maksimal tanpa adanya memori sebagai wadah penyimpanan data. Di zaman ini, kebutuhan akan memori tak hanya terpaku pada kapasitasnya yang dapat menampung informasi, namun juga pada kecepatan saat mengakses data dari memori tersebut. Itu sebabnya, terus berlanjutlah upaya mengembangkan teknologi memori guna meraih terobosan-terobosan baru yang bisa mengangkat kinerjanya, baik dalam hal kemampuan menyimpan informasi maupun kecepatan aksesnya. Secara garis besar, memori terbagi menjadi dua kategori, yakni yang bersifat volatile dan non-volatile. Memori volatile adalah jenis yang akan kehilangan data saat pasokan energi terputus. Contohnya adalah RAM, atau Random Access Memory. Sebagai memori utama dalam komputer, RAM punya peran menerima serta menyimpan data yang bisa diambil saat diperlukan. RAM juga berperan sebagai tempat penyimpanan data sementara. Data dalam RAM bisa diakses dengan segera tanpa perlu memperhatikan di mana data tersebut disimpan. Di sisi lain, ada memori non-volatile yang tetap menyimpan data meski pasokan energi terhenti. Contoh yang paling pas adalah ROM, atau Read Only Memory. ROM adalah bagian dari Progammable Logic Device, yakni perangkat yang bisa diatur untuk menyimpan informasi yang spesifik terkait perangkat keras komputer. Kebutuhan akan kapasitas memori yang lebih besar telah mendorong lahirnya berbagai teknologi […]
Artikel Apa itu Magnetoresistive Random Access Memori (MRAM) pertama kali tampil pada SD Islam Terbaik di Pekanbaru | Program Tahsin & Tahfidz Qur’an.
http://dlvr.it/SvJy8R
